Zakat


Urgensi Zakat

1.Salah Satu Indikator ketundukan kepada ajaran Islam (QS.9:11)
2.Ciri Utama Mu’min yang mendapat kebahagian (QS.23 : 4)
3.Suatu upaya untuk membersihkan diri dan harta (QS.9:103)

Azas Pelaksanaan Zakat.

A. Al-Quran.
1.“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka,sesungguhnya doamu itu menjadi ketentraman hati bagi mereka dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui” (QS.9:103)

2. “Hai orang-orang beriman nafkahkanlah(zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kamu keluarkan dari bumi untuk mu” (QS.2:267)

B. Hadits.
1. “Islam ditegakkan atas 5 perkara..diantaranya “Menunaikan zakat”(Muttafaq ‘Alaihi).
2. Hadits Muadz ketika diutus ke Yaman “…….ajari mereka bahwa Allah SWT mewajibkan mereka zakat yang diambil dari orang kaya diantara mereka dan dibagikan kepada orang miskin dari kalangan mereka.”(HR.Jamaah)

C. Ijma Para Ulama
Ulama baik yang salaf maupun khalaf telah sepakat ttg kewajiban zakat dan bagi yang mengingkarinya berarti telah kafir”

Syarat-Syarat Wajib Zakat

1. Muslim
2. Milik Sempurna
3. Harta Yang Halal
4. Cukup Nishab
5. Cukup Haul
6. Surplus Dari Kebutuhan Pokok.
7. Numuw (produktif)

Macam-Macam Zakat

1.Zakat Fitrah.
2.Zakat Profesi
3.Zakat Uang Simpanan
4.Zakat Emas dan Perak
5.Zakat Investasi
6.Zakat Perdagangan
7.Zakat Saham
8.Zakat Hadiah

Zakat Fitrah

1. Dalilnya “Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah SAW mewajibkan zakat Fitrah sebagai pensuci dari kata-kata kotor dan kata-kata tidak berguna serta sebagai konsumsi orang-orang miskin,barang siapa mengeluarkannya sebelum shalat Ied maka zakatnya diterima,dan barang siapa melaksanakannya setelah shalat Ied maka itu dianggap sebagai shadaqah biasa” (HR.Abu Daud)

2.Besarnya : 2,5 kg

3.Makanan yang wajib dikeluarkan:makanan pokok negeri setempat.

Zakat Profesi

“Zakat Profesi adalah zakat atas penghasilan yang diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dimiliki seseorang dengan cara yang sesuai dengan syariat,seperti upah kerja rutin,profesi dokter,pengacara,arsitek dll”.

Cara Menghitung Zakat Profesi

1. Nishab : 520 Kg Beras.
2. Kadar zakatnya :2,5%
3. Dikeluarkan setiap kali menghasilkan.
4. Landasannya QS.Al-An’am 141 “Dan tunaikanlah haqnya di hari memetik hasilnya”
5. 520 kg x Rp.3000(Asumsi) = Rp 1.560,000,-
Rp.1.560,000,x2,5% =Rp.39,000

Zakat Uang Simpanan

1.Nishab :85 gr Emas
2.Harga 1 gr emas Rp 90.000 x 85 = Rp 7.650.000
3.Dari Saldo akhir apabila telah mencapai haul
4.Kadar Zakat 2,5%

Contoh

1. Tahun Haul :01/03/00-31/02/01
2. Jumlah Uang Tabungan :15.200,000
3. Nishab :Rp 7.650.000.
4. Rumus menghitung : Saldo akhir – Bunga x2,5%
Rp.15.200.000 – Rp.200,000 =Rp.15.000.000 x 2,5% =Rp.375.000

Zakat Emas dan Perak

1.Nishab Emas :85 gr
2.Nishab Perak :595 gr
3.Masuk Haul

A. Emas yang tidak dipakai
# Ahmad mempunyai 90 gr Emas
# 90 x90.000 = Rp 8.100.000 x 2,5% = Rp.202.500

B. EmasYang dipakai
1. Dalam kondisi wajar dan tidak berlebihan.
2. Ibu Fatimah memiliki Emas 120 gr,dipakai sehari-hari 15 gr.
3. Zakat yang dikeluarkan 120 gr – 15gr =105.
4. 105 gr x 90.000 =Rp 9.450.000 x 2,5% = Rp236.250

Zakat Investasi

1. Zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi.
2. Contohnya kontrakan bangunan,ruko dll.
3. Karakternya modal tidak bergerak dan tidak berpengaruh maka jenis zakat ini lebih dekat
kepertanian.
4. Zakat dikeluarkan pada saat menghasilkan (Maliki) apabila samapi haul (Hambali).
5. Kadar zakatnya 5% untuk penghasilan kotor dan 10% untuk penghasilan bersih.
6. Contoh Pa’Bakar mengontrakan rumahnya sebesar 5 jt pertahun,kemudian digunakan untuk
membayar keperluan kontrakan (pajak,mentainenc,dll) tersisa 3 jt, maka zakatnya :
Rp.3000.000 x 10% = Rp.300,000

Zakat Perdagangan

1. Masuk Haul(1 tahun)
2. Nishabnya 85 gr Emas.
3. Kadarnya :2,5%
4. Dapat dibayar dengan uang atau barang.
5. Cara Menghitungnnya : (Modal+keuntungan+Piutang yang mungkin dicairkan) – (Hutang) x 2,5%
Rp.5000.000 +Rp.2000.000 +Rp.3000.000 =Rp.10.000.000 – Hutang (Rp.2000.000)
=Rp.8000.000 x2,5% = Rp.200,000

Zakat Perusahaan

1. Dalilnya :QS 2:267.
2. Dianalogikan dengan zakat perdagangan.
3. Nishabnya : 85 gr Emas.
4. Kadarnya : 2,5%
5. Landasan Perhitungannya “ apabila telah sampai batas waktu membayar zakat,perhatikanlah
apa yang engkau miliki baik uang(kas) maupun barang yang siap diperdagangkan(persediaan)
kemudian nilailah dengan nilai uang kemudian hitunglah hutang-hutangmu dan
kurangkankanlah atas apa yang engkau miliki”(Kitab Amwal.Abu Ubaid)
6. Pola penghitungan :Aktifa Lancar(Modal dan Keuntungan) –Kewajiban lancar(Jangka Pendek) =
hasil x 2,5%
Contoh: Rp.10,000,000 (AL) – (KW) Rp.3000,000 = Rp.7,000,000 x 2,5% = Rp.175,000.

Zakat Saham dan Obligasi

Saham.
1.landasan hukumnya sama dengan zakat perusahaan.
2.Apabila perusahaan telah mengeluarkan zakatnya maka tidak wajib bagi pemegang saham perusahaan tersebut untuk mengeluarkan zakat,namun apabila belum maka bagi pemegang saham wajib mengeluarkan zakat sesuai dengan dengan kepemilikannya dan sudah sampai nishab serta haulnya.

Obligasi
landasan hukumnya sama,namun dalam hal waktu pembayaran dilakukan ketika ia menerima obligasi tersebut.

Zakat Hadiah

1.jika hadiah berkaitan dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi. Pembayaran zakatnya dilakukan pada saat menerima. Kadar zakat yang dikeluarkan 2,5%.

2.Jika berupa hibah,terdiri dari dua kriteria:pertama jika sumber hibah tidak terduga- duga sebelumnya ,maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20% .Kedua jika sumber hibah sudah diduga maka kadar zakatnya 2,5% .

Perbedaan antara Zakat, Infak dan Shadaqah.

1. Zakat adalah “Kewajiban atas harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu”.
2. Infak adalah “Mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infak ada yang wajib
dan ada yang sunnah.”
3. Shadaqah dapat berma’na infak, zakat dan kebaikan non materi.”

Hikmah Zakat

• Sbg ungkapan rasa keimanan dan syukur kepada Allah SWT.
• Menjembatani kesenjangan sosial antara aghniya dan dhuafa serta menyelamatkan mereka dari kekafiran.
• Pilar amal jama’I antara aghniya dg para mujahid dan dai yang berjuang menegakan agama Allah.
• Sebagai dukungan kepada para muallaf.
• Utk memasyaratkan bisnis yang benar, karena zakat tidak akan diterima dari harta haram

Sumber : myquran.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: